give some information for life

Keamanan Rampas Kaset Wartawan Usai Liput Konser Iron Maiden

Bali-Aksi perampasan kaset dan memory card milik para Jurnalis yang meliput konser Iron Maiden oleh oknum yang mengaku security membuat kesal para jurnalis.
Oknum tersebut mencari dan langsung meminta secara paksa kaset dan memory card para wartawan usai meliput konser.

Konser yang berlangsung di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, kawasan Nusa Dua, Bali, Minggu (20/02) hanya beberapa fotografer saja yang berhasil menyelamatkan hasil gambar mereka, sementara bagi kameramen stasuin televisi harus kecewa karena tidak dapat membawa hasil liputannya.
“Setelah mengambil gambar, ada panitia yang mengaku security Iron Maiden langsung merampas kaset liputan saya dan teman-teman kameraman lainnya,” kata Putu Setiawan kameramen stasiun televisi swasta (SCTV).

Sempat terjadi perdebatan saat pihak security akan mengambil kaset para jurnalis, namun meski  telah menyampaikan berbagai argumentasi, petugas keamanan tetap ngotot meminta kaset liputan yang terpaksa harus langsung diambil dari kamera video tersebut.

“Dengan terpaksa saya dan kawan-kawan menyerahkan kaset hasil liputan tersebut. Kami sangat menyesalkan tindakan perampasan yang tanpa didahului pemberian penjelasan. Sungguh tidak menghargai tugas jurnalis,” kata Wawan, panggilan akrab Putu Setiawan.

Penyesalan atas sikap panitia yang dianggap tidak menghargai tugas jurnalis, juga disampaikan oleh Murya, kameraman (SunTv), yang kaset hasil liputannya juga dirampas oleh panitia.

Sementara fotografer Harian Radar Bali, Miftahuddin Halim, juga tak bisa lepas dari aksi perampasan “memory card” kamera foto miliknya oleh petugas keamanan dari grup band asal Inggris itu.

Yang disesalkan awak media, sesaat sebelum konser dimulai, tak ada informasi atau pemberitahuan dari panitia yang disampaikan kepada media tentang ketentuan atau hal-hal yang boleh dilakukan oleh para peliput.

Ketatnya pengamanan dalam konser itu membuat konser yang diawali penampilan grup metal Rise To Remain Band, juga membuat para pengunjung sulit mengabadikan konser langka tersebut.

Sejak di pintu masuk, semua penonton diperiksa dan dilarang membawa makanan, minuman maupun kamera. Semua makanan dan minuman bawaan penonton dirampas, hingga terlihat menumpuk di lokasi sekitarnya.

Namun khusus untuk jurnalis, tetap diperkenankan masuk dengan membawa kamera foto maupun kamera video. Namun begitu usai mengambil gambar, langsung diminta menyerahkan semua hasil rekaman/jepretan mereka.

Ketatnya pengamanan terasa sejak kedatangan grup Iron Maiden di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Sabtu (19/2), sehingga wartawan juga sulit mendapat akses informasi maupun untuk keperluan mengambil gambar sang vokalis Bruce Dickinson dan lima personel lainnya.

Tak ayal mereka kesal terlebih tidak ada informasi secara jelas yang bisa diakses, termasuk pengurusan kartu identitas peliputan yang dinilai cukup sulit.

Sebelum konser dimulai, tak ada informasi atau pemberitahuan dari panitia yang disampaikan kepada media tentang ketentuan atau hal-hal yang boleh dilakukan oleh para peliput.

Sebelumnya sempat ada informasi, bahwa menjelang konser diberikan penjelasan kepada awak media. Namun hingga acara berlangsung, tidak ada panduan atau informasi apapun dari panitia yang disampaikan kepada para wartawan.(Denny)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s